STRUKTUR WACANA, MAKNA, DAN FUNGSI MAHALABIU (DISCOURSE STRUCTURES, MEANINGS, AND FUNCTIONS OF MAHALABIU)
Abstract
Abstract
Discourse Structures, Meanings, and Functions of Mahalabiu. Mahalabiu is a discourse
that implies multiple (ambiguous), meaning the spoken utterances, usually the listener
to interpret the meaning or intent behind the words is another. Behavior mahalabiu
Banjar is a common language behavior of the use meaningful phrases in order to
outwit new speaker. The purpose of this study was to describe the Discourse Structure,
Meaning and Function mahalabiu. This type of research used in this study Discourse
Structure, Meaning and Function mahalabiu is descriptive research that intends to
provide an overview of data characteristics in accordance with nature itself. The method
used is descriptive method with qualitative approach to the data source in this study is
a collection mahalabiu from an internet site and a thesis of Noorbaity (2004). Data
collection techniques in this study is to use observation techniques of text, data collection
obtained by collecting, reading and classify mahalabiu the structure, meaning and
function. From the research, it can be concluded Discourse Structure is divided into
two parts, namely the introduction and description mahalabiu. Then there are four
types in the distribution of meaning, namely (1) homonym, (2) homophones, (3) reduction
of the phrase, and (4) comments do not match with the topic. Function mahalabiu five
functions, namely (1) functions as a joke / joke material, (2) a function that tests a
person’s intelligence, (3) the function of a satirical one, (4) functions as a tool to tell a
state or occupation, and (5 ) function is a tool to educate children.
Keywords: discourse structure, meaning, function, mahalabiu
Abstrak
Struktur Wacana, Makna, dan Fungsi Mahalabiu. Mahalabiu adalah wacana yang
mengandung pengertian ganda (mendua), memiliki makna ujaran yang diucapkannya,
biasanya si pendengar menafsirkan makna atau maksud lain dibalik ucapan tersebut.
Perilaku mahalabiu adalah perilaku berbahasa Banjar yang umum karena adanya
penggunaan ungkapan-ungkapan yang bermakna baru dengan tujuan mengecoh lawan
bicara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Struktur Wacana, Makna
dan Fungsi mahalabiu. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian Struktur
Wacana, Makna, dan Fungsi mahalabiu ialah jenis penelitian deskriptif yang bermaksud
memberikan gambaran ciri-ciri data sesuai dengan sifat alamiah itu sendiri. Metode
yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif Sumber data
dalam penelitian ini adalah kumpulan mahalabiu dari sebuah situs internet dan sebuah
tesis dari Noorbaity (2004). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah
dengan menggunakan teknik observasi teks, pengumpulan data diperoleh dengan
mengumpulkan, membaca dan mengklasifikasikan mahalabiu dengan struktur, makna
dan fungsinya. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan Struktur Wacana dibagi atas
dua bagian, yaitu Pengantar dan deskripsi mahalabiu. Kemudian ada empat jenis dalam
112
pembagian Makna, yakni (1) homonim, (2) homofon, (3) pengurangan frasa, dan (4)
komen tidak serasi dengan topik. Fungsi mahalabiu ada lima fungsi, yakni (1) fungsi
sebagai gurauan/bahan bercanda, (2) fungsi yang menguji kepandaian seseorang,
(3) fungsi yang menyindir seseorang, (4) fungsi sebagai alat untuk memberitahu suatu
keadaan atau pekerjaan, dan (5) fungsi alat untuk mendidik anak.
Kata-kata kunci: struktur wacana, makna, fungsi, mahalabiu
References
Alwi, Hasan, dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Djajasudarma, Fatimah.1993. Semantik 1 Pengantar Kearah Ilmu Makna. Bandung: PT Eresco
Bandung.
Danandjaya, James. 1991. Foklor Indonesia Ilmu Gosip, Dongeng dan lain-lain. Jakarta: PT Temprint.
Hapip, Abdul Djebar. 2001. Kamus Banjar-Indonesia. Banjarmasin: PT Grafika Wangi Kalimantan.
Jumadi. 2010. Wacana: Kajian Kekuasaan Berdasarkan Ancangan Etnografi Komunikasi dan
Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Prisma.
Kosasih, E. 2004. Intisari Bahasa dan Sastra Indonesia. Bandung: Pustaka Setia.
Pateda, Mansoer. 2001. Semantik Leksikal. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Ramlan, M. 1992. Bahasa Konteks Dari Teks. Yogyakarta: Fakultas Universitas Gajah Mada.
Rani, Abdul. 2004. Analisis Wacana Sebuah: Kajian Bahasa dalam Pemakaian. Malang: Bayumedia
Publishing.
Sunarti. 1977. Sastra Lisan Banjar. Banjarmasin: Proyek Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Banjarmasin.
Tarigan, Henry Guntur. 1988. Wacana. Bandung: PT Angkasa.
Tarigan, Henry Guntur. 1989. Pengajaran Kompetensi Bahasa. Bandung: PT Angkasa.
Waridah, Ernawati. 2009. EYD dan Seputar Kebahasaan. Jakarta: Kawan Pustaka.
Refbacks
- There are currently no refbacks.

.png)
