KESANTUNAN BERBAHASA BANJAR DALAM TRANSAKSI JUAL BELI DI PASAR KELUA KABUPATEN TABALONG (POLITENESS OF SPEAKING BANJARESE ON TRADING TRANSACTION AT KELUA MARKET OF TABALONG DISTRICT)
Abstract
Abstract
Politeness of Speaking Banjarese on Trading Transaction at Kelua Market of Tabalong
District. Politeness of speaking is our ethics in have socialization in society with good
word election and use and also pay attention to whereabout, when, to whom, with an
eye to what we converse decently. Research focused Brown politeness theory and
Levinson. Pursuant to the theory a acting to say can represent threat to face. Face
relate at emotional and social meaning of it self which each and everyone own and
expect others to know it. This research aim to obtain get deskription objectively about
(1) existing the negative and positive politeness, (2) strategy of negative and positive
politeness, (3) function of negative and positive politeness in transaction of sales in
market Kelua. Type of this Research is descriptive research qualitative. Source of data
is tuturan of containing buyer and seller of suavity in sales transaction. Data obtained
by through recording. Analyse data conducted by after data gathered continually in
each research step. Result of research in sales transaction indicate that to exist positive
suavity seen from acting to say direct, word use change personal ‘ I am’ as subjek, and
the next name to what the partner say and also the same view between both orienting at
approach. Exist negative suavity seen from name use of behind and the opdon gift to
partner say and also tuturan orienting at evasion weared in negotiation at work.
Politeness strategy used by is positive suavity strategy, and off-record negativity.
Politeness function there is six, that is function ask, expressing and governing conducted
by penutur, function reply conducted by partner say, inclusive of function reply at one
blow refuse and accept. Pursuant to result of this research, is suggested that to be
conducted by a research which is more amount of about politeness of along with
developing of method and base of other theory.
Keywords: politeness, language banjar, sales transaction
Abstrak
Kesantunan Berbahasa Banjar dalam Transaksi Jual Beli di Pasar Kelua Kabupaten
Tabalong. Kesantunan berbahasa adalah etika dalam bersosialisasi di masyarakat
dengan pemilihan kata yang baik dan penggunaan dan juga memperhatikan ke mana,
kapan, kepada siapa, dengan apa yang kita berbicara santun. Penelitian menggunakan
teori kesantunan Brown dan Levinson. Berdasarkan teori yang bertindak untuk
mengatakan dapat mewakili ancaman terhadap wajah. Wajah mengacu pada makna
emosional dan sosial itu sendiri yang setiap orang memiliki dan mengharapkan orang
lain mengetahuinya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi objektif
tentang (1) keberadaan kesantunan negatif dan positif (2) strategi kesantunan negatif
94
dan positif (3) fungsi kesantunan negatif dan positif dalam transaksi jual beli di pasar
Kelua. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data adalah
tuturan dari pembeli dan penjual dalam transaksi penjualan yang mengandung
kesantunan. Data diperoleh melalui rekaman. Analisis data dilakukan setelah data
dikumpulkan terus-menerus dalam setiap langkah penelitian. Hasil penelitian dalam
transaksi penjualan menunjukkan bahwa untuk eksis kesopanan positif dilihat dari
bertindak untuk mengatakan langsung, kata perubahan penggunaan pribadi ‘saya’
sebagai subjek, dan nama di samping apa yang pasangan mengatakan dan juga
pandangan yang sama antara berorientasi baik pada pendekatan. Keberadaan
kesantunan negatif terlihat dari penggunaan nama di belakang dan karunia opdon
untuk bermitra katakan dan juga tuturan berorientasi pada penghindaran dipakai
dalam negosiasi di tempat kerja. Strategi kesantunan yang digunakan adalah strategi
kesopanan positif, dan off-record negatif. Fungsi kesantunan ada enam, yaitu fungsi
bertanya, mengekspresikan dan mengatur dilakukan oleh penutur, fungsi yang
dilakukan oleh mitra mengatakan, termasuk jawaban fungsi sekaligus menolak dan
menerima. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar dapat dilakukan penelitian
yang lebih banyak lagi tentang kesantunan dari seiring dengan pengembangan metode
dan basis teori lainnya.
Kata-kata kunci: kesantunan, bahasa banjar, transaksi jual beli
Full Text:
PDFReferences
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Brown, P dan Levinson, S. 1987. Politeness. Cambridge: Cambridge University Press.
Chaer, Abdul. 2004. Kesantunan Berbahasa. Jakarta: Rineka Cipta.
Hapip, Abdul Djebar. 2008. Tata Bahasa: Bahasa Banjar. Banjarmasin: CV. Rahmat Hafiz Al Mubaraq.
Herliana. 2010. Realisasi Kesantunan Berbahasa Debat Pemilukada. Skripsi tidak diterbitkan.
Banjarmasin: PBSI FKIP Unlam.
Rahardi, R. Kunjana. 2003. Berkenalan dengan Ilmu Bahasa Pragmatik. Malang: Dioma.
Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa, Pengantar Penelitian Wahana
Kebudayaan Secara Linguistik. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
Syaipullah. 2007. Kesantunan Berbahasa Indonesia dalam Interaksi antara Guru dan Siswa. Skripsi
tidak diterbitkan. Banjarmasin: PBSI FKIP Unlam.
Refbacks
- There are currently no refbacks.

.png)
