TINDAK TUTUR DOKTER DAN PASIEN DI PUSKESMAS GAMBUT KABUPATEN BANJAR (SPEECH ACT OF DOCTOR AND PATIENT IN PUSKESMAS GAMBUT OF BANJAR DISTRICT)

Mardikayah Rusma Noortyani

Abstract


Abstract
Speech Act of Doctor and Patient in Puskesmas Gambut of Banjar District. Speech act
is an act of speech when the speaker issued. In the process of physician services to
patients are speech acts. This study discusses the speech act clinicians and patients at
the health center Peat Banjar district by gender and age. This study aims to determine
what kind of speech act that doctors use when serving patients. The approach used in
this study is a qualitative approach, with descriptive methods. The data in this study in
the form of speech that diujarkan by physicians and patients in the health center. Source
data obtained from physicians and patients in the form of speech recordings and
interviews. Research instruments such as observation sheets, questionnaires, and field
notes, with tools tape recorder, cassette recorders, mobile phones, and other stationery.
Data was collected using observation techniques (see) and interviews (competent). Data
analysis was performed from data collection, the analysis activities include: 1) data
reduction, 2) data presentation, and 3) the verification / inference. The results of this
study indicate an action can be delivered using a variety of forms of speech. The forms
of speech that exist in substitutions at the health center between doctor and patient
representative form of speech, commissive, directive, and expressive. Doctors use more
representative speech, commissive, and directive, while patients use more representative
and expressive speech. Representative speech acts used by doctors in the form of
provision of information, shows, and asserted, while the representative speech spoken
by patients of different sex and age in the form of acts of grumbling along with an
explanation to elicit responses from physicians. Directive speech spoken male doctor is
different from speech female doctors to patients of different gender and age. Male
doctor at a different rule for patient sex and age, using direct speech and short, while
the speech of women doctors to patients of different sex and age at the time of direct
speech and the rule using the term. Commissive speech spoken male physicians and
women to different patient sex and age in the form of follow-promise and make suggestions
to the patient. Expressive speech spoken form of patient follow-up thank-you to the
doctor.
Keywords: speech acts, physicians, patients
Abstrak
Tindak Tutur Dokter dan Pasien di Puskesmas Gambut Kabupaten Banjar. Tindak
tutur merupakan suatu tindakan ketika penutur mengeluarkan ujaran. Dalam proses
pelayanan dokter terhadap pasien terdapat tindak tutur. Penelitian ini membahas tentang
tindak tutur dokter dan pasien di Puskesmas Gambut Kabupaten Banjar berdasarkan
perbedaan jenis kelamin dan usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindak
80
tutur seperti apa yang digunakan dokter ketika melayani pasien. Pendekatan yang
digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan metode deskriptif.
Data dalam penelitian ini berupa tuturan yang diujarkan oleh dokter dan pasien di
Puskesmas. Sumber data diperoleh dari tuturan dokter dan pasien berupa rekaman
dan hasil wawancara. Instrumen peneliti berupa lembar observasi, daftar pertanyaan,
dan catatan lapangan, dengan alat bantu tape recorder, kaset perekam, handphone,
dan alat-alat tulis lainnya. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi
(simak) dan wawancara (cakap). Analisis data dilakukan sejak pengumpulan data,
dengan aktivitas analisis meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/
penyimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan suatu tindakan dapat disampaikan
dengan menggunakan berbagai bentuk tuturan. Bentuk-bentuk tuturan yang ada pada
pertuturan di Puskesmas antara dokter dan pasien berupa tuturan representatif, komisif,
direktif, dan ekspresif. Dokter lebih banyak menggunakan tuturan representatif, komisif,
dan direktif, sedangkan pasien lebih banyak menggunakan tuturan representatif dan
ekspresif. Tuturan representatif yang digunakan dokter berupa tindak pemberian
informasi, menunjukkan, dan menegaskan, sedangkan tuturan representatif yang
dituturkan oleh pasien yang berbeda jenis kelamin dan usia berupa tindak pengeluhan
beserta penjelasan untuk memperoleh respon dari dokter. Tuturan direktif yang
dituturkan dokter laki-laki berbeda dengan tuturan dokter perempuan terhadap pasien
yang berbeda jenis kelamin dan usia. Dokter laki-laki pada saat memerintah terhadap
pasien yang berbeda jenis kelamin dan usia, menggunakan tuturan langsung dan
pendek, sedangkan tuturan dokter perempuan terhadap pasien yang berbeda jenis
kelamin dan usia pada saat memerintah menggunakan tuturan langsung dan panjang.
Tuturan komisif yang dituturkan dokter laki-laki dan perempuan terhadap pasien yang
berbeda jenis kelamin dan usia berupa tindak berjanji dan memberikan usulan terhadap
pasien. Tuturan ekspresif yang dituturkan pasien berupa tindak ucapan terima kasih
terhadap dokter.
Kata-kata kunci: tindak tutur, dokter, pasien


Full Text:

PDF

References


Jumadi. 2005. Representasi Power dalam Wacana Kelas. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen

Pendidikan.

Nadar, F.X. 2009. Pragmatik dan Penelitian Pragmatik. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Rahardi, R. Kunjana. 2005. Pragmatik: Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Rani, Abdul, dkk. 2000. Prinsip-prinsip Analisis Wacana. Malang: Bayumedia Publishing.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.