NILAI BUDAYA DALAM DONGENG BAKUMPAI (CULTURAL VALUES IN BAKUMPAI FOLKTALE)
Abstract
Abstract
Cultural Values in Bakumpai Folktale. Folktale as one of oral literary which contain
educative advice for the next generation. Folktale are imaginative or vicarious and
fantasy stories in which the events do not really take place. The events which are notified
in the story tend to be behavior/moral lessons. This research is aimed at obtaining
objective description about three cultural values and Bakumpai folktales: (1) cultural
values about human life, (2) cultural values about human’s viewpoints to the nature, (3)
cultural values about human relationship one another. The theory used as basic of
instrument development is oral literary theory and narratives Aarne and Stith Thomson,
James Danandjaja, and the theory about C. Klucklohn cultural values. Data of this
research is Bakumpai folktales which consist of 11 (eleven) folktales. The approaches
used in this research are qualitative and sociology research, descriptive method and
content analysis technique. The primary instrument is the researcher. The secondary
instruments are the informants, Bakumpai folktales, tape recorder, cell phones and
research notes. The data analysis is done during the collecting of data. The research
results shows that there are three cultural values in Bakumpai folktales, those are cultural
values of human life (55 items), cultural values about human’s viewpoints to the nature
(24 items), cultural values about human relationship one another (31 items). The most
dominant values about human relationship one another, especially in making a living
to meet daily needs.
Keywords: cultural value, bakumpai, folktale
Abstrak
Nilai budaya dalam Dongeng Bakumpai. Dongeng sebagai salah satu sastra lisan
yang berisi saran edukatif untuk generasi berikutnya. Dongeng adalah cerita imajinatif
atau perwakilan dan fantasi di mana peristiwa tidak benar-benar terjadi. Peristiwa
yang diberitahukan dalam cerita cenderung perilaku/pelajaran moral. Penelitian ini
bertujuan untuk mendapatkan gambaran obyektif tentang tiga nilai-nilai budaya dalam
dongeng Bakumpai: (1) nilai-nilai budaya tentang kehidupan manusia, (2) nilai-nilai
budaya tentang sudut pandang manusia terhadap alam, (3) nilai-nilai budaya tentang
hubungan manusia satu sama lain. Teori yang digunakan sebagai dasar pengembangan
instrumen adalah teori sastra lisan dan narasi Aarne dan Stith Thompson, James
Danandjaja, dan teori tentang nilai-nilai C. Kluckholn budaya. Data dari penelitian
ini adalah dongeng Bakumpai yang terdiri atas 11 (sebelas) dongeng. Pendekatan
yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan penelitian sosiologi, metode
deskriptif dan teknik analisis isi. Instrumen utama adalah peneliti. Instrumen sekunder
adalah informan, dongeng Bakumpai, tape recorder, ponsel dan catatan penelitian.
Analisis data dilakukan selama pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
ada tiga nilai-nilai budaya dalam dongeng Bakumpai, yaitu nilai-nilai budaya dari
62
kehidupan manusia (55 item), nilai-nilai budaya tentang sudut pandang manusia
terhadap alam (24 item), nilai-nilai budaya tentang hubungan daya manusia satu sama
lain (31 item). Yang paling dominan nilai-nilai tentang hubungan manusia satu sama
lain, terutama dalam mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kata-kata kunci: nilai budaya, bakumpai, dongeng
References
Damono, Sapardi Djoko. 1998. Sosiologi Sastra. Jakarta: Proyek Pembinaan dan Pengembangan
Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Danandjaja, James. 2002. Folklor Indonesia- Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain. Jakarta: Grafiti.
Durasid, Durdje. 1997. Struktur Cerita Rakyat Bakumpai. Banjarmasin: FKIP Unlam.
Endraswara, Suwardi. 2006. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Media Presindo.
Herusatoto. 2000. Sosiologi. Bandung: Ganesa.
Ismail, Abdurachman. 1995. Cerita Rakyat Bakumpai. Banjarmasin: FKIP Unlam.
Jassin, H.B. 1985. Kesusastraan Modern dalam Kritik Esai. Jakarta: Gramedia Pustaka.
Kasmudin. 2003. Gambaran Identitas Etnik dalam Cerita Rakyat Bakumpai. Banjarmasin: STKIP.
Koentjaraningrat. 1990. Sejarah Teori Antropologi II. Jakarta: Gramedia.
Koentjaraningrat. 2005. Pengantar Antropologi. Jakarta: Gramedia.
Kurnia. 1996. Dongeng- Salah Satu Sastra Lisan. Jakarta: Grafindo.
Maskuni. 2008. Sastra Daerah Kabupaten Barito Kuala. Marabahan: Dinas LHPB.
Mulyadi, Yad. 1999. Pengantar Antropologi. Jakarta: Depdikbud.
Pradopo, Rahmad Djoko. 2003. Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik dan Penerapannya. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Samuel, 1997. Sosiologi. Jakarta: Depdikbud.
Saini, KM. 1986. Protes Sosial dalam Sastra. Bandung: Angkasa.
Sedyawati, Edi. 2006. Budaya Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sugiarto, Eko. 2009. Mengenal Dongeng dan Prosa Lama. Jakarta: Pustaka Widyatama.
Sumardjo, Jakob. 1986. Ikhtisar Sejarah Teater Barat. Bandung: Angkasa.
Sumardjo, Jakob. 1999. Konteks Sosial Novel Indonesia 1920-1977. Bandung: Yayasan Adikarya
Ikapi.
Wiki Media. http//Search creative Commons, org/#. 19 Juni 2010:16.15.
Refbacks
- There are currently no refbacks.

.png)
