FONOTAKTIK BAHASA BANJAR (BANJARESE PHONOTACTIC)

Sudarmo Sudarmo

Abstract


Fonotaktik Bahasa Banjar. Fokus penelitian linguistik ini adalah distribusi fonem dan aturan
fonemis perubahan Bahasa Banjar, dengan menggunakan metode deskriptif yang bertujuan
untuk menentukan distribusi fonem dan aturan fonemis perubahan juga menggambarkan atau
menjelaskan peristiwa atau kejadian secara objektif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengg
unakan teknik observasi langsung dan studi sastra. Penelitian ini berfokus pada bunyi dalam katakata
atau sistem fonotaktik fonem Banjar. Oleh karena itu, studi ini akan mendapatkan penjelasan sambil
menikmati sistem baris fonem Banjar, untuk mengetahui peraturan distribusi fonem dalam kata-kata
Banjar, untuk mengatur sistem syllabification kata-kata Banjar yang dapat menentukan aturan dalam
bahasa Banjar suara-perubahan bahasa, perubahan kelenturan pengucapan fonem dalam distribusi
yang berbeda, untuk mengetahui jenis cluster jenis bunyi yang mungkin dan tidak mungkin di tingkat
kata-kata, dan untuk mengetahui masalah yang timbul karena diasystem dalam Bahasa Banjar. Has
279
il studi yang fonem vokal dari bahasa Banjar ada lima, yaitu /a/, /i/, /u/, / o/dan/ѐ/. Semua fonem in
i oleh distribusi yang dapat digunakan dalam posisi awal, posisi tengah, danakhir posisi. Ada delapan
belas fonem konsonan Bahasa Banjar, yaitu: /p /, / b /, / t /, / d /, / c /, / j /, / k /, / g /, / s /, / h /, / m
/, / n /, / ŋ /, / ñ /, / r /, / l /, / w/ dan/y /. Semua fonem ini oleh distribusi mereka dapat digunakan
dalam posisi awal, posisi tengah dan posisi akhir, dengan pengecualian fonem/b/, /d/, /j/, /g/ dan /ñ/
yang tidak boleh digunakan dalam posisi akhir. Ada empat pola suku kata bahasa Banjar, yaitu V, VK,
KV, dan KVK. Pola suku kata, keterbatasan munculnya fonem vokal dan konsonan fonem pada suku
kata disyllabic KVKKVK.
Kata-kata kunci: fonotaktik, distribusi fonem


Full Text:

PDF

References


Chaer, Abdul. 2009. Fonologi Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta

Cindo, Morena. 2014. Kamus Bahasa Banjar. Jakarta: Wadah Ilmu.

Depdikbud. 2011. Pedoman Umum Ejaan Yang Disempurnakan. Klaten : Intan Pariwara.

Depdikbud. 1991. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Depdiknas. 2008. Kamus Indonesia–Banjar Dialek Kuala. Banjarbaru: Balai Bahasa Banjarmasin.

Dewi, Wendi Widya Ratna. 2009. Fonologi Bahasa Indonesia. Klaten: Intan Pariwara.

Dewi, Wendi Widya Ratna. 2009. Sintaksis Bahasa Indonesia. Klaten: Intan Pariwara.

Dewi, Wendi Widya Ratna. 2009. Morfologi Bahasa Indonesia. Klaten: Intan Pariwara.

Hapip, Abdul Djebar, dkk. 1978. Struktur Bahasa Banjar Kuala. Jakarta: Pusat Bahasa.

Hapip, Abdul Djebar. 2008. Kamus Banjar Indonesia. Banjarmasin: PT Grafika Wangi Kalimantan.

Hapip, Abdul Djebar. 2008b. Tata Bahasa Bahasa Banjar. Banjarmasin: CV. Rahmat Hafiz Mubarak.

Hestiyana, dkk. 2010. Tata Bahasa Praktis Untuk Pengajaran Bahasa Banjar. Banjarbaru: Balai Bahasa

Banjarmasin.

Jumadi, dkk. 1998. Nomina Bahasa Banjar. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Kawi, Djantera. 2002. Bahasa Banjar Dialek dan Subdialeknya. Banjarmasin: Grafika Wangi Kalimantan.

Kawi, Djantera. 2011. Telaah Bahasa Banjar. Banjarbaru: Scripta Cendekia.

Kridalaksana, Harimurti. 1992. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia.

Mahsun. 2007. Metode Penelitian Bahasa Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya. Jakarta: Raja Grafindo

Persada.

Noortyani, Rusma. 2010. Morfologi Bahasa Indonesia (kajian seluk-beluk kata). Banjarbaru: Scripta

Cendekia.

Muslich, Mansur. 2012. Fonologi Bahasa Indonesia Tinjauan Deskriptif Sistem Bunyi Bahasa Indonesia.

Jakarta: Bumi Aksara.

Robins, R. H. 1992. Linguistik Umum Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Kanisius.

Sumaryanto. 2010. Ensiklopedia Bahasa Indonesia. Semarang: Aneka Ilmu.

Suryadikara, Fudiat, dkk. 1981. Geografi Dialek Bahasa Banjar Hulu. Jakarta: Pusat Pembinaan dan

Pengembangan Bahasa.

Verhaar, JWM. 2010. Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.