STRUKTUR TEKS DAN MAKNA PEMENTASAN KESENIAN TRADISIONAL DEDER KALIMANTAN TENGAH (THE STRUCTURE OF TEXT AND MEANING OF DEDER TRADITIONAL ART PERFORMANCE IN CENTRAL KALIMANTAN)

Briand Cheary Taveaanhu

Abstract


Struktur Teks dan Makna Pementasan Kesenian Tradisional Deder Kalimantan Tengah.
Deder adalah syair yang dilantunkan serta berisikan nasehat, sindiran, atau petuah yang dapat
diiringi oleh nyanyian. Deder dilakukan berpasangan, laki-laki dan perempuan secara bergantian.
Saat penampilannya, deder diiringi oleh alat musik kecapi, gong, suling, dan gendang. Penelitian
ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dengan pendekatan ini, peneliti dapat memberikan tujuan
penelitian secara objektif karena menggunakan dokumen karya sastra, yaitu kesenian deder yang
ditampilkan oleh pededer yang selanjutnya ditranskripsikan menjadi bentuk tulis untuk diteliti. Sumber
data diperoleh dari beberapa orang yang latar belakangnya adalah sebagai seniman sastra lisan deder
dan juga rekaman video penampilan deder. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut. (1)
Struktur teks deder terdiri atas pembukaan, isi, danpenutup. Pembukaan berisi tentang pengucapan
salam kepada hadirin dan kepada seluruh pihak. Penyampaian isi berisi tentang penyampaian maksud
dan tujuan dari bededer. Penutup berisi salam perpisahan kepada hadirin dan kepada seluruh pihak.
(2). Teks deder pada umumnya, seperti deder Dampak Sosial Asep memiliki rima berangkai namun
ada beberapa bait yang tidak sempurna. Terjadi pengecualian pada deder karya Bilton yaitu tidak
semua baitnya memiliki rima karena hamper tiap baitnya, terdapat pengulangan bunyi akhir kata
larik pertama dengan kata awal larik kedua. Hal tersebut terjadi karena pemenggalan kata akhir larik
pertama yang kemudian disebutkan secara utuh pada kata awal larik kedua. Selain itu teks deder
memiliki asonansi atau pengulangan bunyi huruf vocal dan aliterasi atau pengulangan bunyi huruf
konsonan. (3).Pola irama teks deder dalam pelantunannya terdapat penekanan pada beberapa kata
tiap baitnya. Letak penekanannya tidak teratur tergantung kesesuain kata dengan nada yang ingin
dilantunkan. Teks Deder terdiri atas kata yang tidak sama jumlahnya pada tiap baitnya.4.Penyajian
deder ditampilkan dengan menghadirkan unsure penyaji, penonton, music setting, dan interaksi dengan
penonton. Penyaji pada deder ditampilkan dengan berpasangan, biasanya laki-laki dengan perempuan.
Pededer secara bergantian melantunkan teks deder antara bait satu ke bait selanjutnya hingga selesai.
Penonton yang menyaksikan berasal dari berbagai kalangan. Alat musik yang digunakan dalam
penyajian deder adalah gong,gendang, kecapi dan suling yang merupakan khas Kalimantan tengah.
Pada deder karya Bilton, Setting yang ditampilkan adalah taman wisata kum-kum dan juga tempat
wisata huma betang. Kum-kum menggambarkan panorama hutan di Kalimantan sedangkan wisata
Huma betang menggambarkan rumah yang digunakan suku dayak pada zaman dulu. Sedangkan, pada
deder dampak sosial asep, setting bertempat di studio RRI KalimantanTengah.
Kata-kata kunci: deder, struktur teks, pementasan


Full Text:

PDF

References


Amir, Adriyetti. 2013. Sastra Lisan Indonesia. Yogyakarta: CV Andi Offset.

Badrun, Ahmad. 2003. Patu Mbojo: Struktur, Konsep Pertunjukan, Proses Penciptaan, dan Fungsi.

Mataram: Lengge.

Riwut, Tjilik. 2003. Maneser Panatau Tatu Hiang Menyelami Kekayaan Leluhur. Palangka Raya: Pusaka

Lima.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.