PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA KURIKULUM 2013 DI SMAN 6 DAN SMA SMAN 7 BANJARMASIN (THE PROBLEMATICS OF LEARNING INDONESIAN IN CURRICULUM 2013 IN SMA NEGERI 6 AND SMA NEGERI 7 BANJARMASIN)
Abstract
Problematika Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kurikulum 2013 di SMA Negeri 6 dan
SMA Negeri 7 Banjarmasin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui beberapa problematika
101
pembelajaran bahasa Indonesia pada kurikulum 2013 yang baru dilaksanakan pada sekolah-sekolah
piloting. Ada lima SMA negeri di Banjarmasin yang ditunjuk pemerintah untuk menjadi sekolah pilot
yang di dalamnya termasuk SMAN 6 dan SMAN 7. Adapun kendala yang peneliti temui di dua SMA
tersebut tidak jauh berbeda, sesuai dengan kondisi yang ditemukan, dan sesuai dengan situasi perubahan
pembelajaran Bahasa Indonesia SMA yang menerapkan kuriklulum 2013 ini. Pada dasarnya kedua
sekolah yang yang diteliti tersebut dalam penerapan kurikulum 2013 telah memenuhi kesiapan sarana
dan prasarana sekolah, dan intake siswa tidak ada kendala. Siswa yang masuk belajar pada kedua SMA
ini termasuk siswa rata-rata bagus dan sarana pembelajarannya memiliki kelengkapan yang memadai
untuk menerapkan kurikulum 2013. Yang menjadi kendala pada kedua SMA tersebut adalah faktor
SDM guru yang mengajar, karena rata-rata guru dari kedua SMA tersebut belum memiliki kesiapan
dalam melaksanakan proses pemebelajaran yang diinginkan oleh kurikulum 2013. Tidak semua guru
yang mengajar diberikan pelatihan secara khusus mengenai proses pembelajaran pada kurikulum 2013
sehingga dengan kondisi ini kendala-kendala yang ditemui di lapangan sebagai berikut (1) guru dalam
melaksanakan pembelajaran bahasa Indonesia masih menggunakan pola KTSP, guru lebih banyak
berceramah, sehingga timbul kesan guru aktif dan siswa tidak aktif (2) siswa kesulitan memahami
teks yang ada dalam buku siswa karena materinya terintegrasi dengan ilmu-ilmu seperti IPA dan IPS.
apabila siswa tidak banyak membaca dan menggali lebih banyak pengetahuan umum siswa mengalami
kendala dalam melaksanakan pembebelajaran Bahasa Indonesia, demikian juga gurunya, apabila
guru tidak banyak menguasai materi maka akan mengalami kendala dalam membimbing dan melatih
siswa dalam belajar bahasa Indonesia (3)faktor lain, guru masih belum mampu menerapkan penilaian
otentik secara penuh, ini terjadi karena kendala waktu, sehingga penilaian yang dilakukan oleh guru
hanya sebatas penilaian yang mengarah pada nilai kognitif, penilaian yang secara rinci dan lengkap
(pengetahuan, keterampilan dan sikap) belum bisa dilaksanakan (4)guru masih cenderung banyak
menggunakan pola ceramah, belum menguasai strategi, pendekatan, dan model-model pembelajaran
yang diinginkan.
Kata-kata kunci: problematika, belajar-mengajar, bahasa indonesia, curriculum 2013
Full Text:
PDFReferences
Driana, Elin. Gawat Darurat Pendidikan. Kompas, 14/12/2012.
Nasution, S. 1996. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito.
Sudaryanto. 1993. Metode dan Teknik Analisa Bahasa, Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan secara
Linguistik. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
Refbacks
- There are currently no refbacks.

.png)
