KRITIK SOSIAL DALAM KUMPULAN PUISI DOA UNTUK ANAK CUCU KARYA W. S. RENDRA (SOCIAL CRITICISM IN DOA UNTUK ANAK CUCU ANTHOLOGY BY W.S. RENDRA)

Jamiatul Hamidah

Abstract


Kritik Sosial dalam Kumpulan Puisi Doa untuk Anak Cucu karya W.S. Rendra. Tujuan dari penelitian
ini adalah: (1) Mendeskripsikan wujud kritik sosial (tentang kemiskinan, kejahatan, disorganisasi
keluarga, generasi muda, peperangan, pelanggaran terhadap norma masyarakat, lingkungan hidup
dan masalah birokrasi) dalam kumpulan puisi “Doa untuk Anak Cucu” karya W. S. Rendra. (2)
26
Mendeskripsikan wujud kritik sosial Rendra dalam perspektif sosiologi sastra dan hermeneutika, yang
terdapat dalam kumpulan puisi “Doa untuk Anak Cucu” karya W. S. Rendra.Penelitian ini menggunakan
pendekatan sosiologi sastra dan pendekatan hermeneutika yang mengutamakan teks sebagai bahan
penelaahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan
kualitatif dengan teknik analisis isi. Peneliti bertindak sebagai subjek yang memiliki pandangan dan
nilai tertentu dalam menginterpretasi puisi-puisi Doa Untuk Anak Cucu karya W. S. Rendra. Sumber
data dalam penelitian ini adalah buku Kumpulan Puisi Doa untuk Anak Cucu karya W. S. Rendra yang
diterbitkan pada tahun 2013. Data yang diambil adalah puisi-puisi yang terdapat dalam buku tersebut.
Jumlah puisi secara kesuluruhan ada 22 buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fakta-fakta sosial
yang ditemukan dan tergambar dalam puisi Rendra adalah fenomena nyata yang pernah terjadi atau
ada di kehidupan sekitar pengarang. Fakta-fakta tersebut antara lain berkenaan dengan hubungan
manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan alam, dan hubungan manusia dengan Tuhan.
Misalnya penguasa yang semena-mena dengan kekuasaannya dan tidak memihak terhadap rakyatnya,
bencana alam, dan manusia yang memiliki sifat dendam dan jahat. Kritik sosial yang terkandung dalam
kumpulan Puisi Rendra ada 12, yaitu: (1) masalah keagamaan, (2) kejahatan (termasuk pembunuhan,
pencurian, penjajahan, dan keamanan), (3) keadilan, (4) peperangan (termasuk perang saudara
dan kekacauan), (5) birokrasi/ pemerintahan (misalnya undang-undang yang tidak dilaksanakan),
(6) ekonomi (misalnya kemiskinan), (7) lingkungan hidup (misalnya bencana alam dan polusi), (8)
pelanggaran norma-norma masyarakat (termasuk perselingkuhan, dusta, dan penjarahan), (9)
rasialisme, (10) kematian, (11) disorganisasi keluarga (tidak mengetahui orang tua kandung) dan (12)
pendidikan. Adapun jenis kritik sosial yang paling dominan adalah jenis kritik sosial terhadap masalah:
keadilan (12 puisi), kejahatan (10 puisi), ekonomi (10 puisi), birokrasi/pemerintahan (9 puisi), dan
pelanggaran norma-norma masyarakat (6 puisi).
Kata-kata kunci: kritik sosial, sosiologi sastra, hermeneutika

Full Text:

PDF

References


Al-Ghazali, Bayu. 2014. Analisis Simbolik Sajak Bulan Mei 1998 Di Indonesia. http://www.scribd.com/

doc/14122162/Analisis-Simbolik-Sajak-Bulan-Mei-1998-Di-Indonesia. Diakses 12 September 2014.

Hariyanto, Febri Dwi. 2013. Sajak Bulan Mei di Indonesia dalam Potret Kehidupan Sosial Masa Kini.

http://naskahesai.blogspot.com/2013/05/sajak-bulan-mei-1998-di-indonesia-dalam.html. Diakses12

September 2014.

Pawestri, Pramudita Parahita. 2013. Jiwa Pemberontak W. S. Rendra dalam Sajak Bulan Mei 1998 di

Indonesia. http://naskahesai.blogspot.com/2013/05/jiwa-pemberontak-ws-rendra-dalam-sajak.html.

Diakses 12 September 2014.

Rendra, W. S. 2013. Doa Untuk Anak Cucu, Kumpulan Puisi. Yogyakarta: PT Bentang Pustaka.

Teeuw, A. 2013. Mastodon. Mata-esais.com (diposting 12 September 2013). Diakses 12 September


Refbacks

  • There are currently no refbacks.