JENIS, MAKNA, DAN FUNGSI LELEI MASYARAKAT DAYAK NGAJU (TYPE, MEANING, AND FUNCTION OF LELEI FROM DAYAK NGAJU SOCIETY)

Sabur Sabur

Abstract


Jenis, Makna, dan Fungsi Lelei Masyarakat Dayak Ngaju. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mendeskripsikan jenis, makna, dan fungsi lelei (teka-teki) masyarakat Dayak Ngaju. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dan cakap, yaitu merekam kegiatan tutur lisan
lelei (teka-teki) masyarakat Dayak Ngaju dan mencatat semua data yang diperoleh melalui perekaman
kemudian diwujudkan dalam bentuk teks tertulis, dan juga mengumpulkan data dari berbagai buku
kumpulan teka-teki. Selain dari buku, penulis juga mengumpulkan data dari internet. Dalam penelitian
ini pragmatik digunakan sebagai tinjauannya karena satuan analisisnya berupa tuturan yang maknanya
terikat dengan konteks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lelei masyarakat Dayak terbagi mejadi
dua jenis, yaitu lelei berhubungan (related riddle) dan lelei tidak berhubungan (unrelated riddle). Lelei
berhubungan terbagi lima jenis, yaitu (1) lelei bentuk pertanyaan biasa, (2) lelei bentuk pemahaman,
15
(3) lelei bentuk superlatif, (4) lelei yang pertanyaanya menggunakan bentuk pertanyaan , dan (5) lelei
yang terdiri dari dua pernyataan atau lebih dengan satu jawaban sekaligus. Lelei tidak berhubungan
(unrelated) terbagi menjadi enam jenis, yaitu (1) lelei berbentuk pertanyaan yang bersifat teka-teki
(riddling questions), (2) lelei yang berisi peretnyaan yang bersifat permainan kata-kata (punning), (3) lelei
yang berisi pertanyaan yang bersifat permasalahan (problem atau puzzle),(4) lelei yang pertanyaanya
merupakan perangkap(catch question),(5) lelei yang pertanyaannya bersifat lelucon (ruddle zoke), dan
(6) lelei yang merupakan gabungan antara bahasa lisan dan gambar (lelei bersifat konyol). Makna lelei
masyarakat Dayak menempati dua bagian pertama, bagian pertanyaan dan kedua, bagian jawaban.
Selain jenis dan makna, lelei Dayak Ngaju mempunyai fungsi pendidikan/nasihat, fungsi sosial, dan
fungsi hiburan.
Kata-kata kunci: lelei, jenis, makna dan fungsi


Full Text:

PDF

References


Danandjaja, James. 1991. Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain. Jakarta:

Grafiti.

Danim, Sudarwan. 2002. Menjadi Peneliti Kualitatif. Bandung: CV Pustaka Setia.

Djajasudarma, Fatimah. 2009. Semantik 2 Pemahaman Ilmu Makna. Bandung: Refika Aditama.

Georges, Robert A. dan Dundes, Alan. 1963. Indonesian Culture and Communities. New haven,

Conn. HRAF Press.

Pateda, Mansur. 2001. Semantik Leksikal. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Seman, Syamsiar. 2006. Cucupatian Urang Banjar, Pertanyaan-pertanyaan Tradisional dan Jawaban Humor

Bahasa Banjar. Banjarmasin: Lembaga Pendidikan Banua.

Tarigan, Henry Guntur. 2011. Prinsip-Prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa.

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2000. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.