KESANTUNAN DIREKTIF BAHASA BANJAR DALAM INTERAKSI ANTARA GURU DAN MURID DI SD NEGERIHANDIL BAKTI (DIRECTIVE POLITENESS OF BANJARESE LANGUAGE IN INTERACTION BETWEEN TEACHER AND STUDENTS AT HANDIL BAKTI STATE ELEMENTARY SCHOOL)

Nazmawati Nazmawati

Abstract


Kesantunan Direktif Bahasa Banjar dalam Interaksi antara guru dan murid di SD Negeri
Handil Bakti. Kesantunan dalam komunikasi sangat penting artinya guna menjaga keharmonisan
dan menghindari terjadinya konflik, terlebih dalam tindak direktif bahasa Banjar yang merupakan
bahasa pergaulan dalam masyarakat Banjar khususnya dan pengantar di lembaga pendidikan
terutama di sekolah dasar. Penelitian ini memiliki tujuan mengungkapkan wujud tindak tutur
direktif, strategi dan fungsi kesantunan direktif bahasa Banjar. Adapun pendekatan yang digunakan
adalah pendekatan kualitatif. Data tuturan kesantunan direktif dalam interaksi antara guru dan
murid diperoleh dari observasi, catatan lapangan perekaman dan wawancara. Pada analisis data
dilakukan melalui tiga langkah. Ketiga langkah itu adalah (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan
(3) penyimpulan/verifikasi. Dari ketiga langkah itu diperoleh kesimpulan akhir dengan triangulasi
dan pengecekan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan wujud kesantunan bahasa Banjar dalam
296
interaksi antara guru dan murid yang meliputi tiga kaidah kesantunan, yakni formalitas (formality),
ketidaktegasan (hesitancy) dan persamaan atau kesekawanan (equality or camarederie). Kaidah
formalitas berarti jangan memaksa atau angkuh, kaidah ketidaktegasan berarti mitra tutur dapat
menentukan pilihan dan kaidah persamaan berarti bertindak seolah-olah Anda dan lawan tutur
menjadi sama. Dalam bahasa Banjar ada sepuluh strategi kesantunan tindak direktif yang digunakan
oleh penutur yakni kesantunan strategi imperatif, pernyataan permintaan, permintaan berpagar,
pernyataan keharusan, pernyataan keinginan, pernyataan saran, pernyataan pertanyaan, pernyataan
isyarat, dan pernyataan sindiran. Adapun fungsi dari kesantunan direktif bahasa Banjar adalah
tindak tutur untuk menyelamatkan muka, menghindari konflik, untuk mencapai efektivitas, dan
tindak tutur untuk memberikan penghormatan.Dari hasil temuan penelitian ini disarankan dalam
tindak tutur direktif hendaknya penutur melakukan dengan santun sejalan dengan kaidah kesantunan
untuk menghindari ketidakharmonisan dengan mitra tutur.
Kata-kata kunci: kesantunan direktif, fungsi


Full Text:

PDF

References


Aslinda dan Syafyahya, Leni. 2010.Pengantar Sosiolinguistik. Bandung: Refika Aditama.

Chaer, Abdul. 2010. Kesantunan Berbahasa. Bandung: Rineka Cipta.

Chaer, Abdul dan Agustina, Leonie. 2010. Sosiolinguistik Jakarta: Rineka Cipta.

Eelen, Gino.2006. Kritik Teori Kesantunan.Terjemahan oleh Jumadi dan Slamet Rianto. Surabaya:

Airlangga University Press.

Moleong, Lexy. J. 2013. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Putra, Nusa dan Ninin. 2012. Penelitian Kualitatif PAUD. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Rahardi, R. Kunjana. 2009. Sosiopragmatik. Jakarta: Erlangga.

Yule, George. 2006. Pragmatik. Terjemahan oleh Jumadi. Banjarmasin: Universitas Lambung

Mangkurat.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.