KESANTUNAN BERBAHASA DI LINGKUNGAN KELUARGA MASYARAKAT DAYAK NGAJU, KECAMATAN MANTANGAI, KABUPATEN KUALA KAPUAS (LANGUAGE POLITENESS IN THE FAMILIES OF DAYAK NGAJU COMMUNITY, MANTANGAI SUBDISTRICT, KUALA KAPUAS REGENCY)

Lastaria Rustam Effendi

Abstract


Kesantunan Berbahasa di Lingkungan Keluarga Masyarakat Dayak Ngaju, Kecamatan
Mantangai, Kabupaten Kuala Kapuas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
kesantunan berbahasa di lingkungan keluarga Dayak Ngaju. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa di LKDN telah menerapkan wujud, strategi, dan fungsi kesantunan. Wujud kesantunan
berbahasa DN dinilai dari pelaksanaan dan pelanggaran maksim KB, KD, PJ, KS1, PM, dan KS2
dengan memperhatikan skala untung rugi. Selain itu, kesantunan juga ditandai pada penggunaan
kalimat imperatif dengan menggunakan kata ‘tau dan palus’; kalimat deklaratif menggunakan kata
‘hetoh’; kalimat ekspresif menggunakan kata ‘mangat toto, wei, dan matei aku’; dan tindak tutur
memuji menggunakan kata ‘bahalap’ (bagus), dan ‘matei aku’ (mati aku). Strategi kesantunan
berbahasa DN, yaitu a) strategi kesantunan negatif, yaitu TTL, MP, dan TYMBI; b) strategi
kesantunan positif, yaitu MKKKLT, MBP, MPIK, MK, ML, dan MT/J; dan c) strategi off record,
yaitu menghindari gangguan utama. Fungsi kesantunan; a) fungsi menyatakan, yaitu MI, MP,
dan MJ; b) fungsi menanyakan, yaitu MP1, MK, MP2, MI, dan MP3; c) fungsi memerintah, yaitu
Mn1, Ml, Mn2, dan MP3; dan d) fungsi mengkritik, yaitu MK1, MK2, dan MK3. Selain itu, juga
270
terdapat fungsi enam dari lawan tutur, yaitu menyetujui, menjawab, melakukan tindakan,
menginformasikan, menerima, dan menolak. Berdasarkan budaya DN terdapat bentuk kesantunan
menggunakan kata sapaan seperti umai, bapa, tambi, bue, mina, mama, anak, andi, kaka, undue,
sangger, dan sebagainya. Selain itu, diperhalus dengan menghindari abbreviation (penyingkatan
kata), dan interjeksi (ceh dan beh) dalam berkomunikasi.
Kata-kata kunci: kesantunan berbahasa, keluarga dayak ngaju


Full Text:

PDF

References


Chaer, Abdul. 2010. Kesantunan Berbahasa. Jakarta: Rineka Cipta.

Brown, Penelope, and Levinson,Stephen C.. 1987. Politeness Some Universals in Language Usage.

Melbourne: Cambridge University Press.

Nababan, P. W. J. 1987. Ilmu Pragmatik, Teori dan Penerapannya. Malang: IKIP Malang.

Rahardi, R. Kunjana. 2005. Pragmatik, Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia. Yogyakarta:

Erlangga.

Yule, George. 2006. Pragmatik. Terjemahan oleh Jumadi. Banjarmasin: PBS FKIP Universitas

Lambung Mangkurat.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.