TINJAUAN INTRINSIK DRAMA BILA MALAM BERTAMBAH MALAM DAN EDAN KARYA PUTU WIJAYA (INTRINSIC REVIEW OF BILA MALAM BERTAMBAH MALAM AND EDAN DRAMA BY PUTU WIJAYA)
Abstract
Tinjauan Intrinsik Drama Bila Malam Bertambah Malam dan Edan karya Putu Wijaya.
Penelitian ini dilakukan untuk meneliti pembaharuan yang dilakukan Putu Wijaya dalam menulis
lakon drama. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi struktur intrinsik yang membangun
lakon konvensional Bila Malam Bertambah Malam karya Putu Wijaya; 2) mengidentifikasi sturktur
intrinsik yang membangun lakon inkonvensional Edan karya Putu Wijaya; 3) mendeskripsikan
konsep plot, dialog, dan tokoh pada lakon Bila Malam Bertambah Malam karya Putu Wijaya; 4)
mendeskripsikan konsep plot, dialog, dan tokoh pada lakon Edan karya Putu Wijaya; dan 5)
menjelaskan bentuk perubahan penulisan lakon Putu Wijaya dari lakon yang berbentuk konvensional
menjadi lakon yang berbentuk inkonvensional dalam drama mutakhir Indonesia. Penelitian ini
menggunakan rancangan deskriptif-kualitatif dan data yang diperoleh akan dianalisis melalui analisis
244
struktural. Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpul dan
pengolah data secara penuh. Data penelitian ini adalah pembaharuan yang dilakukan Putu Wijaya
dalam menulis lakon melalui analisis intertekstual terhadap konsep plot, dialog, dan penokohan.
Dalam pengumpulan data melalui studi pustaka, peneliti menggunakan dua lakon Putu Wijaya,
yaitu Bila Malam Bertambah Malam dan Edan sebagai bahan analisis. Dalam penelitian ini sumber
data, data, teori dan metodologi diterapkan untuk mengecek keabsahan data.Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Putu Wijaya telah melakukan pembaharuan dalam menulis lakon drama,
yaitu dari bentuk konvensional menuju bentuk inkonvensional. Pembaharuan yang dilakukan oleh
Putu Wijaya dalam penulisan lakonnya dapat diidentifikasi yaitu 1) plot/alur lakon konvensional
pada umumnya bersifat linier dan rapat, sedangkan plot/alur lakon inkonvensional beralur acak
atau beralur longgar; 2) plot/alur lakon konvensional sangat tergantung pada perkembangan masalah
dan konflik, sedangkan pada plot/alur lakon inkonvensional menjadikan masalah hanya muncul
kemudian menghilang sehingga masalah tidak terselesaikan; 3) dialog lakon konvensional
diperbaharui dari dialog sebagai sarana pengungkapan karakter tokoh yang bersifat individual
menjadi dialog yang mengekspresikan karakter kelompok; 4) tokoh individu pada lakon konvensional
mengekspresikan karakter individu tertentu, sedangkan pada lakon inkonvensional penokohan
merupakan ekspresi kelompok tertentu; 5) tokoh lakon konvensional memiliki identitas yang jelas
dan menunjukkan karakter tertentu, sedangkan pada lakon inkonvensional tokoh hanya diketahui
identitas sosiologis dan psikologisnya; dan 6) karakter tokoh pada lakon konvensional sangat
mempengaruhi keindahan struktur lakon, sedangkan pada lakon inkonvensional karakter tokoh
tidak dapat berkembang mengikuti plot lakon.
Kata-kata kunci: tinjauan intrinsik, lakon drama, konvensional, inkonvensional
Full Text:
PDFReferences
Abdullah, Imran T, dkk. 1983. Memahami Drama Putu Wijaya: Aduh. Jakarta: Pusat Pembinaan
dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Atmazaki. 1990. Ilmu Sastra Teori dan Terapan. Padang: Angkasa Raya.
Damono, Sapardi Djoko. 1983. Kesusastraan Indonesia Modern: Beberapa Catatan. Jakarta:
Gramedia.
Dewojati, Cahyaningrum. 2010. Drama, Sejarah, Teori, dan Penerapannya. Yogyakarta:Gadjah
Mada University Press.
Hamidy. 1984. Pengantar Kajian Drama. Pekanbaru: Bumi Pustaka.
Oemarjati, Boen S. 1971. Bentuk Lakon dalam Sastra Indonesia. Jakarta: Gunung Agung.
Riantiarno, N. 2011. Kitab Teater. Jakarta: Grasindo.
Wijaya, Putu. 1989. Naskah Drama Indonesia Sulit Dimainkan. Yogyakarta: Citra.
Zaidan, Abdul Rozak, dkk. 2007. Kamus Istilah Sastra. Jakarta: Balai Pustaka
Refbacks
- There are currently no refbacks.

.png)
